Bukan hanya hari ini, tapi hari esok dan seterusnya...aku takkan melihat Mama lagi.... Belajar menerima realita...selamanya tak melihat Mama...bahkan saat kiamat tiba...! "perjumpaan itu takkan pernah ada". Perihku tak terlukis... tak satu kata pun yang bisa gambarkan...bahkan syair pun tak mampu mengutarakan...
Walau mata dan kepalaku melihat dengan kejelasan yang teramat sangat, jazad Mama terbujur kaku, dingin dalam kebekuan tak terhitung derajat, meski Mama tetap diam ketika aku tak punya lagi air mata...dan semua susah payah membujuk bahwa yang terbaring dan tersenyum selamanya...yang tak lagi bernafas kehidupan...itu adalah Mama...
Tapi sekali lagi Mama...aku rela...tapi tak percaya...ampuni aku andai ini membuatmu tak tenang. Masih jelas Mama...sangat malah, kala Mama berucap... Ketika detik-detik akhir Mama "bagaimanapun Mama ingin sembuh, Mama ingin melihat kami bahagia...Mama ingin selalu...selalu dan selalu bersama kami.," namun seperti harapan2 Mama yang lain...keinginan ini pun tak mewujud nyata...bahkan lebih cepat dari dugaan, kala kami mulai tersenyum...menyambut kasih sayang Mama yang mulai menyemai...kasih sayang seorang ibu yang jadi dambaan paling utama bagi kami sebagai ANAK....
Kala itu., Tuhan memanggil Mama...Dan Mama hilang dari pandangan kami...Mama pergi dari kehidupan kami..Mama menjauh dari kami...
Luka ini akan abadi, bagaimana perasaanku saat...peti jenazah Mama di gugurkan ke liang lahat..saat Mama tertimbun bumi..saat itu aku ingin menjerit Mama...Jangan perlakukan mama seperti itu...Ingin ku tentang mereka yang mengatakan "kematian" mama...namun kenyataan di depan mata... di hadapanku...menghancur segala daya...memusnah rasa hidupku..aku hilang kendali...hingga kini..hingga akhir nanti...
Rangkaian peristiwa itu adalah penjelmaan air mataku. Betapa ku rasa kini jalanku tanpa cahaya... hanya hitam... Pekat menyelimuti. Beribu tanya dan bermacam rasa... ketegaran Mama, tak mampu ku gapai, terlalu lelah aku menjalani dari tak berumur hingga sebesar ini. Sekejab kurasakan kasih seorang ibu...lebih cepat lagi saat ia pergi.,
Seumpama mendung memang telah pergi, dan matahari menjelang...namun sayang sebelum senja tiba...matahari itu telah lebih dulu terbenam...!
Kenangan-kenanganku hanya akan bercerita tentangmu...Penderitaan dan ketegaran serta mayanya sebuah kebahagiaan...akan jadi pilu dalam kehidupanku..
Ku damba hadirmu selalu mama...Jangan menjauh dari mimpiku, walau kita tak bisa saling melihat lagi...
Selasa, 02 Februari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan berikan kritik dan sarannya..