Cari Blog Ini

Selasa, 02 Februari 2010

Tanpa Senyum "Sang Dewi"

Maafkan aku Mama..., tak bisa menghapus harapan itu... harap yang terlalu, bahwa ini hanya mimpi, ilusi...terkadang aku ingin menjerit, mengapa belum aku di bangunkan dari mimpi paling ngeri ini, siapapun tak kan setuju perasaan gilaku...bahwa MAMA MASIH HIDUP! betapa fatamorgana ini adalah lakon paling terperih yang pernah ku mainkan, aku di tuntut harus bisa terima kenyataan "kehilangan separuh nyawaku"
Mama... kian jauh perjalananmu... semakin kuat kerinduanku ingin bertemu...Mama bahagia kan ma...
Aku tahu Mama..aku bukan lagi bocah 9th Yang menangis bila mainan paling di sayang di rampas....aku kini 20th,..aku memang 20th Ma...tapi aku sayang Mama...menerima tikaman seribu pedang lebih baik daripada menahan air mata kehilangan Mama!!
Tuhan terima ia...Luaskan tempat tinggalnya...Mama semoga kau bahagia selalu di sana...Aku sayang Mama..!

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berikan kritik dan sarannya..