(mungkin blog ku ini bukan lah tempat yg tepat untuk mencurahkan semua beban di hati ku..tapi aku hanya ingin melampiaskan benciku, marahku, kesalku, sedihku, tangisku, pada org2 yg sok suci, yg menganggapku anak durhaka..,)
anak durhaka...
Sebutan ini sangat dekat kaitannya dgn legenda malin kundang...semua org psti akan berfikir bgtu...
Anak durhaka..
Prase yg hanya terdiri dari dua kata, yg bilamana menyandang prase ini pasti akan di kucilkan, di diskriminasi, di cibir, bahkan di kutuk..!
Cerita ini bukan tentang ibuku krn ibuku adalah seorang bidadari surga..
Ini ttg ayah...ayah yg membuatku menjadi malin kundang! Malin kundang yg d kutuk hatinya jadi batu!
aku ingin tanya..apakah kalian pernah merasakan sakitnya ketika org tua menikah lagi dgn orang yg jelas2 tak kalian kehendaki?
Apakah kalian pernah merasakan sakit hati yg sngat sakit saat org tua menganggap kalian bkan anaknya lagi?
Apakah kalian pernah merasa orang tua bersenang2 d luar sana, sementara kalian kelaparan di rumah krn tk ad makanan?
Pernahkah kalian menjadi aku? Menjadi manusia tpi tk pnya semangat hidup.! Pernahkah?
Pernahkah kalian di jauhi oleh sahabat2 kalian?
Pernahkah kalian di cap 'durhaka' hanya krn kesalahan yg tak pernah kalian lakukan?'
pernahkah kalian merasakan ketika mencintai seseorang, org itu malah menjauhi kalian?
Pernahkah? Jika pernah, mengertilah...ku mohon!
Tapi jika kalian tak pernah merasakannya, jgn sok suci menganggapku anak tak berbudi...jgn sok tau menyebutku anak durhaka!!! Karena kalian tak pernah melihat hatiku!!!! Semoga hanya aku yg prnah merasakan kesakitan ini!!
Jumat, 26 Maret 2010
Minggu, 21 Maret 2010
Sebuah nasehat untuk ayah...
Ayah...
Kau adlh pemimpin kami, imam kami.
Kau penunjuk jalan, kau penerang kala kami bersua peta buta...
tapi.,aku kecewa...
AYAH...tidakkah kau tahu, jalan yg kau tunjukkan tak lebih dari jurang mematikan?
Apakah kau tahu, telaga kasihmu kini jadi neraka?
memaksa kami tetap mengikuti jalanmu...
Bersikukuh kau lah yg benar!
Tak peduli rintih kesakitan kami!!
Kami menderita! Ayah!
maafkan kami...
Tak bisa terus ada di jalanmu
jalanmu bersimbah air mata
yg tak pernah berujung suka...
kami berada disini...ayah...
Di jalan berbeda..
Meski beraral rintangan..
Meski selalu terkait duka...
Tapi bahagia...masih ada..
ayah..!
Tak bisakah kau kembali?
Jalanmu..gelap!
kembalilah ayah...!
Lihatlah kami...
Rela memberimu terang mentari,
meski untuk meraihnya...
Di rajamlah hina lh balasannya..
kembalilah ayah!
Langkahmu terlalu jauh!
Kembalilah!!
Kau adlh pemimpin kami, imam kami.
Kau penunjuk jalan, kau penerang kala kami bersua peta buta...
tapi.,aku kecewa...
AYAH...tidakkah kau tahu, jalan yg kau tunjukkan tak lebih dari jurang mematikan?
Apakah kau tahu, telaga kasihmu kini jadi neraka?
memaksa kami tetap mengikuti jalanmu...
Bersikukuh kau lah yg benar!
Tak peduli rintih kesakitan kami!!
Kami menderita! Ayah!
maafkan kami...
Tak bisa terus ada di jalanmu
jalanmu bersimbah air mata
yg tak pernah berujung suka...
kami berada disini...ayah...
Di jalan berbeda..
Meski beraral rintangan..
Meski selalu terkait duka...
Tapi bahagia...masih ada..
ayah..!
Tak bisakah kau kembali?
Jalanmu..gelap!
kembalilah ayah...!
Lihatlah kami...
Rela memberimu terang mentari,
meski untuk meraihnya...
Di rajamlah hina lh balasannya..
kembalilah ayah!
Langkahmu terlalu jauh!
Kembalilah!!
Minggu, 14 Maret 2010
Sepucuk surat untuk bunda..
Wahai malaikat-malaikat penghuni surga..
Jika berkenan sampaikanlah suratku untuk bunda...yg ku tulis dgn ribuan kata rindu, ku sampul dgn do'a bahagia untuknya...
Ketuklah rumah bundaku..
berikan salam padanya..
Tersenyumlah padanya..
Berikanlah suratku padanya...
wahai malaikat penghuni langit...
Jika berkenan tolong jaga bundaku di sana, sampai aku bisa ke sana bersamanya..
wahai malaikat penghuni surga...
Tolong jaga tidur bunda, jgn biarkan ia bermimpi buruk seperti aku yg di hantui mimpi buruk kehilangannya..
Jgn biarkan ia menangis seperti tangisku merindukan hadirnya...
wahai malaikat penghuni langit..
Sudikah menjadi post ku ketika aku ingin menulis surat lagi untuk bunda...karena aku belum bisa menghampirinya sendiri...
Jika berkenan sampaikanlah suratku untuk bunda...yg ku tulis dgn ribuan kata rindu, ku sampul dgn do'a bahagia untuknya...
Ketuklah rumah bundaku..
berikan salam padanya..
Tersenyumlah padanya..
Berikanlah suratku padanya...
wahai malaikat penghuni langit...
Jika berkenan tolong jaga bundaku di sana, sampai aku bisa ke sana bersamanya..
wahai malaikat penghuni surga...
Tolong jaga tidur bunda, jgn biarkan ia bermimpi buruk seperti aku yg di hantui mimpi buruk kehilangannya..
Jgn biarkan ia menangis seperti tangisku merindukan hadirnya...
wahai malaikat penghuni langit..
Sudikah menjadi post ku ketika aku ingin menulis surat lagi untuk bunda...karena aku belum bisa menghampirinya sendiri...
Langganan:
Postingan (Atom)
